Pagi ini serasa piluh,, Bagaimana tidak, ak memimpikan jagoan kecilku meneteskan air mata di hadapanku. Tanpa bisa kubendung aku ikut melinangkan air mata melihat keadaanmu. Saat itu aku mimpi, aku dan bundamu sedang mengantarmu ke daycare seperti hari-hari biasanya. Bu guru Lia sedang menceritakan kalau beberapa hari lalu kamu terjatuh. Air matamu berlinang walau hanya terlihat sebiji jagung. Seolah bagiku adalah keluhmu kalau kamu sebenarnya sedih ada di daycare.
Archive for December 2014
Dear Istriku #1
.
Dear istriku,,
Tempo hari lalu aku belum sempat menceritakan untukmu. Tentang keputusanku mengapa aku mendaftar Perum ini yang notabene berpotensi bisa memisahkan kita. Entah hasilnya aku diterima atau ga, yang jelas surat pernyataan bersedia ditempatkan dimana saja sudah tertanda tangani...
Satu setengah tahun lalu aku mengorbankan karir PNSku hanya aku ingin mengalah agar kita bisa berkumpul dalam satu rumah tanpa mengorbankan karirmu, namun kekhawatiranku yang dulu terbesit mulai kelihatan. Kian hari perilakumu diluar kontrolku. Perlahan,, namun perubahan sikapmu itu pasti. Kesimpulanku saat ini strata karir sangat berefek pada rumah tangga. Kamu sering terlena dengan statusmu sebagai istri. Mungkin bagimu itu diluar kehendakmu, tapi ini kurasakan.
Bila ternyata aku diterima di Perum tersebut, mohon maaf kalau nanti kita akan terpisah lagi. Untuk berapa lama aku tidak bisa menjawab. Aku ingin memulai petualangan lagi dengan karir yang lebih baik dari sekarang yang kujalani. Aku ingin kamu menghargai aku sebagai imammu, sebagai sopirmu, sebagai bosmu. Karena aku iri, seharusnya kamu lebih hormat dengan suamimu, bukan sama bosmu yang ada di kantor.
Category Suara hati