Archive for 2015

17 Okt 2015


.

"I had deep problem that u never know"
Please, save my heart.

9 Okt 2015


.

Kehidupan itu anugrah, yah, aku baru bisa memaknai kalimat itu. Aku ada untuk kuat diantara keluargaku. Namun ketika mereka akan beranjak pergi, aku merasakan kehidupan itu bukan anugrah buatku. Rasa sepi itu akan menghantui lagi, hari-hari yang tanpa tujuan esok sudah membayang. Aku merasa terasing di negeri orang.

29 Sep 2015


.

Ya Allah, hamba merasa gagal menjadi seorang suami. Tapi tolong beri hamba banyak waktu supaya tidak gagal menjadi ayah untuk titipan-Mu.

15 Sep 2015


.

Ya Allah, 7 bulan kami berjauhan, pertemuan hanya seperti suplemen yang berasa nikmat sesaat. 7 bulan aku disini dengan waktu luang yang begitu berlimpah, sementara istriku disana seperti dikejar kejar waktu. 7 bulan aku disini hatiku sebegitu bergejolaknya, bagaimana akan lebih lama lagi. Hatiku sudah gelisah, kepada siapa aku harus bercerita, kepada siapa aku mengaduh, langkahku yang semakin serong, hari-hariku yang kian ternoda dosa. 7 bulan sudah kebahagiaanku bersama keluarga terenggut, peranku sebagai ayah yang memudar, sudah samar-samar rasanya jadi suami, aku tak bisa berbagi rasa, terlebih merasakan kasih sayangnya, yang ku jalani hanya kewajibanku menafkahi mereka uang semampuku.
Ya Allah, hamba mohon jalan terbaik, atas wibawa hamba yang telah terongrong, ditengah ketidakpercayaan kepemimpinan hamba untuk keluarga.

Aku, yang tak lebih istimewah dari siapapun.

6 Sep 2015


.

Labil sepertinya sudah masuk stadium 2. Menghabiskan waktu untuk menikmati pemandangan melihat istri orang, atau pacar orang.

Save me
Save my heart

Pesan Nabi: Menikahlah dengan Wanita yang Penyayang


.

Seorang istri yang penyayang yaitu perempuan yang mengasihi dan mencintai suaminya, serta mengerahkan segenap kemampuan untuk membuatnya ridha.
Seorang istri yang penyayang selalu berusaha memperhatikan suaminya, meliputinya dengan kasih sayang, cinta dan perhatian, bersungguh-sungguh untuk patuh dan mendapat ridhanya, demi terwujudnya tujuan utama pernikahan yaitu ketentraman.
Allah ta’ala berfirman,
ﻓَﺠَﻌَﻠْﻨَﺎﻫُﻦَّ ﺃَﺑْﻜَﺎﺭًﺍ ‏( ٣٦ ‏) ﻋُﺮُﺑًﺎ ﺃَﺗْﺮَﺍﺑًﺎ ‏( ٣٧ ‏)
“Lalu Kami jadikan mereka perawan-perawan yang penuh cinta dan sebaya umurnya.” (Qs. Al Waqi’ah: 36-37)
( Al ‘Arub adalah istri yang mencintai suaminya)
Banyak hadits yang menegaskan keharusan memperhatikan adanya sifat ini pada diri seorang perempuan, diantaranya adalah:
Pertama, Abu Dawud meriwayatkan, bahwasanya Ma’qil bin Yasar berkata, Bahwasanya Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ﺗَﺰَﻭَّﺟُﻮﺍ ﺍﻟﻮَﺩُﻭْﺩَ ﺍﻟﻮَﻟُﻮْﺩَ , ﻓَﺈِﻧِّﻲ ﻣُﻜَﺎﺛِﺮُ ﺑِﻜُﻢُ ﺍﻷُﻣَﻢَ
“Menikahlah dengan perempuan yang penyayang dan subur, sebab aku membanggakan banyaknya jumlah kalian kepada seluruh umat.”
Kedua, Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , ia berkata, Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﻧﺴﺎﺀ ﻗﺮﻳﺶ ﺧﻴﺮ ﻧﺴﺎﺀ ﺭﻛﺒﻦ ﺍﻹﺑﻞ : ﺃﺣﻨﺎﻩ ﻋﻠﻰ ﻃﻔﻞ ﻓﻲ ﺻﻐﺮﻩ ، ﻭﺃﺭﻋﺎﻩ ﻋﻠﻰ ﺯﻭﺝ ﻓﻲ ﺫﺍﺕ ﻳﺪﻩ
“Kaum perempuan Quraisy adalah sebaik-baik kaum perempuan yang mengendarai unta. Mereka paling menyayangi anak-anak selagi masih kecil, dan paling menjaga harta benda suami.”
Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam menyifati mereka sebagai perempuan yang penuh kasih sayang, mencintai dan bersikap lembut kepada anak-anak mereka, kemudian mereka memperhatikan kondisi suami, mengasihinya dan ikut mengurangi bebannya. Masing-masing perempuan dari mereka, menjaga harta suami, memeliharanya dengan amanah dan menjauhkan diri dari tindakan menghambur-hamburkannya. Jika suami sedang mengalami kesusahan, ia menjadi penolong dan sandaran baginya, bukan menjadi musuh dan pengacau.
Ketiga, Seorang perempuan yang penuh dengan kasih sayang bersikap patuh kepada suaminya, tidak menyelisihi suami terkait diri dan hartanya, dengan melakukan tindakan-tindakan yang tidak disukai suami.
Iman an-Nasai dan Hakim meriwayatkan hadits yang dinyatakan hasan oleh al-Albani, dari Abu Hurairah radhiyallah ’anhu , ia bertanya, ”Siapakah perempuan yang paling baik?” Nabi Muhammad
shallallahu ’alaihi wa sallam menjawab,
ﺍﻟَّﺘِﻲ ﺗَﺴُﺮُّﻩُ ﺇِﺫَﺍ ﻧَﻈَﺮَ ﻭَﺗُﻄِﻴﻌُﻪُ ﺇِﺫَﺍ ﺃَﻣَﺮَ ﻭَﻟَﺎ ﺗُﺨَﺎﻟِﻔُﻪُ ﻓِﻲ ﻧَﻔْﺴِﻬَﺎ ﻭَﻣَﺎﻟِﻬَﺎ ﺑِﻤَﺎ ﻳَﻜْﺮَﻩُ
”Istri yang menyenangkah hati suami bila dipandang, yang menaati jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami terkait dirinya sendiri dan hartanya dengan melakukan tindakan yang tidak disukai suami.”
Keempat , Baihaqi meriwayatkan dari Abu Uzainah as-Shadafi bahwasanya nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
ﺧَﻴْﺮُ ﻧِﺴَﺎﺀِﻛُﻢُ ﺍﻟْﻮَﺩُﻭْﺩُ ﺍﻟْﻮَﻟُﻮْﺩُ، ﺍﻟْﻤُﻮَﺍﺗِﻴَﺔُ ﺍﻟْﻤُﻮَﺍﺳِﻴَﺔُ، ﺇِﺫَﺍ ﺍﺗَّﻘَﻴْﻦَ ﺍﻟﻠﻪَ
”Sebaik-baik istri kalian adalah perempuan yang penyayang, banyak melahirkan anak, sejalan lagi pandai menghibur (suaminya), apabila ia bertakwa kepada Allah.”
Kelima , Nasa’i meriwayatkan hadits dari Ibnu Abbas dan disebutkan oleh Albani dalam kitab Silsilah ash Shahihah, bahwasanya nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
ﻧِﺴَﺎﺀِﻛُﻢْ ﻣِﻦْ ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﺍﻟْﻮَﺩُﻭْﺩُ ﺍﻟْﻮَﻟُﻮْﺩُ ﺍﻟْﻌَﺆُﻭْﺩُ ﻋَﻠَﻰ ﺯَﻭْﺟِﻬَﺎ، ﺍﻟَّﺘِﻲ ﺇِﺫَﺍ ﻏَﻀِﺐَ ﺟَﺎﺀَﺕْ ﺣَﺘَّﻰ ﺗَﻀَﻊَ ﻳَﺪَﻫَﺎ ﻓِﻲ ﻳَﺪِ ﺯَﻭْﺟِﻬَﺎ ﻭَﺗَﻘُﻮْﻝُ : ﻻَ ﺃَﺫُﻭْﻕُ ﻏَﻤْﻀًﺎ ﺣَﺘَّﻰ ﺗَﺮْﺿَﻰ
”Istri kalian yang termasuk penghuni surga adalah perempuan yang penyayang, banyak melahirkan anak, memberi manfaat kepada suami, yang apabila suami marah maka ia datang kemudian meletakkan tangannya pada tangan suami dan berkata, ”Aku tidak merasakan tidur nyenyak hingga kamu ridha.”
Perempuan yang penyayang adalah perempuan yang dikenal memiliki karakter mencintai dan mengasihi suaminya, serta mengerahkan segenap kemampuannya demi meraih ridha suami. Sehingga, ia dikenal sebagai perempuan dengan emosi yang stabil, pembawaan yang tenang, terjauh dari penyimpangan psikologis, mengasihi anak-anak, dan memelihara hak suami.
Adapun jika seorang perempuan tidak memiliki sifat demikian, ia akan banyak membangkang dan memposisikan diri di atas suami, serta sulit untuk dikendalikan lantaran kebinalan perangainya. Sehingga, hal ini merusak kehidupan pernikahan, bahkan menghancurkannya, setelah tidak mungkin lagi terwujud ketenangan jiwa bagi suami disebabkan tingkah laku istri.
***
Tipe Suami Istri Penenteram Hati, karya Syaikh Nada Abu Ahmad, Penerbit Kiswah. (Judul Asli,
Man Takhtarin? Man Takhtar? )

Sumber : wanitasalihah.com/pesan-nabi-menikahlah-dengan-wanita-yang-penyayang/

12 Juli 2015


.

Kuharap ini menjadi bait tulisan terakhir tentang sebuah penantianku. Dan tak akan ada lagi jerit suaraku memohon. Karena hanya bisa kurasa dan kujalani sendiri. Semoga berlalu dan terkubur disini dan biarlah ini menjadi cerita hidupku. Jalanku, adalah jalanku sendiri.

30 Juni 2015


.

And this night is end of the month,, it just flow and over with no conclusion. I'm tired and it feel so bored.

23 Juni 2015


.

Allahumma janabnas syaitona wajannabis syaitona maa razaktana

21 Juni 2015


.

I miss you much.

15 Juni 2015


.

Sehari sampai 2x. Kapan cara ini akan berakhir??

9 Juni 2015


.

Aku menangis setiap kesendirian ini.
Merindukanmu dan juga luka yang masih menancap.

Teramat merindukan juga putraku, kesempatanku bahagia bersamanya yang kamu tunda.

Entah sampai kapan seperti ini.
Jeritan hati yang tak mau kamu tahu, biarlah kalau memang harus terkubur disini. Akan kubawa dan kurasakan sendiri.

7 Juni 2015


.

Kapan dia seorang istri?? :(
Kapan dia menundukkan wajah
Kapan kalau aku ngomong didengar, bukan dijawab
Suami istri bukan untuk bersaing.

3 Juni 2015


.

Ketika karir terliat mulai bersinar, tapi ruang kehidupan semakin sepi. Sepi dan kesepian kurasa.

Aku hidup untuk apa. Dan dengan siapa berbagi. Semua berasa hampa. Dan orang didekatku terlalu sibuk untuk harinya.

Hari ini berlalu dengan pengalaman yang kosong. Rutinitas yang menjemuhkan dan semua kegiatan yang tak berkesan.

Esok entah dengan apa aku mengisi cerita. Waktu berjalan maju namun tidak dengan perjalanan hidupku.

Aku lelah dengan semua ini.

24 Mei 2015


.

Sakit hatiku merasakan sikapmu. Sumpah sakit dengan kelakuanmu itu.

Pesan utk semua pembaca "Kebahagiaan dan kesedihan adalah rasa yang berlawanan. Jika engkau memilih bersahabat dengan kesedihan maka kebahagiaan enggan datang. Sayangi orang yang menyayangimu dan tinggalkan orang yang tak peduli denganmu. Hidupmu terlalu berharga untuk kau habiskan dengan orang yang tidak menghargai keberadaanmu. Tegaslah!"

22 Mei 2015


.

Ya Allah, sungguh ingin ada ditengah keluarga kecilku. Rindu kebahagian saat anak di pangkuanku...

Aku berharap tetesan air mata tiap kesepian ini segera berakhir..

21 Mei 2015


.

Istriku.. ijinkan aku berbicara.
Kali ini anggap saja aku orang lain yang menasihatimu.
Aku ngomong bukan sebagai suami, seperti aku memberikan nasihat untuk teman-teman di forum.

Satu hal yang perlu kamu ingat ketika seorang wanita memutuskan untuk berumah tangga. Adalah menyempurnakan ibadah dengan menunaikan kewajiban istri dan memenuhi hak suami. Kamu juga harus tetap ingat ketika kamu menjadi seorang istri, tugas dan kewajiban orang tuamu kini telah ada pada suamimu.
Ingat, ketaatan pada suami (bukan pada jalan maksiat) adalah kewajiban istri dan akan menjadikan dosa bila menentangnya. Ini bukan hal biasa yang bisa disepelehkan, dalam suatu majlis pernah dijelaskan bila suami marah kepada istri, malaikat akan melaknat sampai istri meminta maaf dan dimaafkan suami. Dan bila istri meninggal dunia dalam keadaan dimarahi suami, maka Allah akan memurkai. Jauhi dosa dan ingat bila seseorang terus dalam keadaan berdosa akan diangkat keberkahan hidupnya. Na'udzubillahi min dzalik.

Ketika sudah memutuskan untuk berumah tangga, ikutilah petunjuk suami sebagai imammu. Tidak perlu menilai itu benar atau salah, selama dalam koridor islam, maka kewajiban istri adalah patuh padanya. Suami akan memberi ruang berpendapat, tanpa harus kamu merongrong minta untuk dihargai.

Temani kemana suamimu mencari rejeki untuk nafkah keluarga. Karena disitu letak sumber pahalamu. Jangan biarkan suami akan terjerumus dosa dalam kesepiannya. Ingat anak yang telah dititipkan kepada kalian, didik titipan itu menjadi anak yang sholeh, anak yang baik. Hanya dengan bersatu dalam satu atap kalian bisa membina keutuhan rumah tangga. Hanya dengan bersatu, anak anda mendapat hak kasih sayang dari kedua orang tuanya.

Ingat kata WAKTU yang selalu suamimu berpesan untukmu. Umur hanya milik Allah dan tak ada yang tahu berapa lama diantara kalian diberi kepercayaan untuk mendidik anak.

dari hati yg terlupakan.
Semoga bermanfaat, hanya menyambungkan pesan. Jazakumullah khairan katsiran. Wallahu a'lam bishawab...

19 Mei 2015


.

Ego itu akan sampai kapan tertanam, ingin menang, ingin dimengerti. Tahukah kamu aku juga ingin dipahami.

Apa pedomanmu selama ini sebagai istri. Pola didikan dari keluarga, apa agamamu? Kamu hidup untuk siapa? Apa yang sudah bisa kamu perbuat?

Aku sudah terlalu besar mengorbankan karir dan berjuang untuk bersamamu. Sekarang aku terdampar jauh. Inikah balasannya ketika kini ku meminta pengorbananmu sebagai istri.

Aku hanya berasa membuang waktu tanpa ada manfaat. Sisa umur hanya berasa terbuang sia-sia. Dimana keluarga kecilku yang seharusnya mendampingiku. Peranku suami yang kamu abaikan. Peranku ayah yang kamu buang waktunya. Nasihat ortumu yang lebih berharga mengalahkan omonganku.

Haruskah aku terus sabar, mengikuti lagi apa maumu. Kapan pengabdian itu untukku. Apa mungkin telah pergi.

Kenyamanan yang kamu sebut-sebut tiada untukmu, karena kejahatanku kah? Bisa jadi tak pernah ikhlas mendengarku? Atau mungkin itu buah dari ego yang tak terpenuhi?

Tetesan airmata suami yang tak pernah kamu tahu, kuharap bisa meluluhkan hatimu yang dingin.

Aku menunggu kamu berubah. Bersabar untukmu demi keluarga kecil, tapi ingat kesabaran itu ada batasnya.

18 Mei 2015


.

Setiap mengingat sikapmu hanya menambah lara. Entah sampai kapan kamu benar2 menjadi seorang istri.

17 Mei 2015


.

Ya Allah, aku sungguh merindukan keluarga kecilku. Jika keputusanku benar, benarkan dia dalam segala sikapnya yang membatu. Berikan hamba banyak sisa umur untuk bersama mereka.
Namun bila hamba salah, lunakkan segala keputusan hamba untuk bisa bersabar... Tuntaskan juga tetesan air mata yang tiap saat terlinang, sekalipun kesakitan ini belum berakhir.

16 Mei 2015


.

I really hopeful for them.
Coloring my days as always.
Now I stand here.
Nobody hold me.
Sometimes I feel my heart so lonely.
My life like a dream.
When I get up, I feel lost much time and it just wait a mature.

13 Mei 2015


.

KANGEN.

11 Mei 2015


.

Orang tua istri yang terlalu mengintervensi rumah tangga anaknya, apakah itu baik? Apa tidak senang melihat anaknya berkumpul dengan keluarga kecilnya dengan mengikuti suami. Beliau kan sudah menikahkan anaknya dan artinya orang tua melepas tanggungjawab anak perempuannya kepada suaminya. Kenapa mesti diberati anaknya diajak kesini.

Sebagai suami aku ingin berkumpul menjalani bahtera rumah tangga. Aku tak mau sendiri lagi. Aku tak mau kesepian lagi, aku mau menjaga syahwatku. Aku mau mendidik anakku, membimbing istriku.

Bagaimana aku menjadi lelaki baik kalo godaan disekitar sering membisik kesendirianku. Bagaimana aku menjadi ayah yang baik kalo pengalaman menjadi ayah hilang waktunya.

Ada 3 hal yang bisa menjerumuskan laki-laki, harta, wanita dan tahta. Semoga kamu mengerti dan menjagaku dengan ketaatanmu sebagai istri.

9 Mei 2015


.

Pengalaman hidup hampir 30 tahun, apa yang kucari? Apa yang kudapat?

Hidup ini milik Sang Khalik dan semua orang akan kembali padaNya, tak ada seorangpun tahu berapa lama diberikan waktu di dunia. Syukuri saja apa yang ada.

Manusia hanya khalifah di muka bumi, dianugrahi sebagai makhluk paling sempurna diberikan segala kenikmatan juga cobaan hidup. Maka berbahagialah dan selalu dalam jalanNya. Masalah pasti selalu ada.

Karena semua aku harus bahagia. Kesepian ini harus berakhir sebelum aku gila tergerus waktu.

21 April 2015


.

Rabbana hab lana min azwajina wa dzurriyyatina qurrata a’yunin waj’alna lil muttaqina imama...

Ya Allah jagalah hamba dalam jalan benar.

16 April 2015


.

Aku ingin bercerita langsung padamu tapi aku tak tega. Lebih baik ku goreskan disini, ku harap cepat atau lambat kamu akan menemukan tulisan ini.

Sepenggal hasrat seorang suami yang sulit untuk dibendung…

Ketika aku lelah dengan beban pikiran dan juga keadaan yang membuat kesepian, sementara kamu jauh, hasrat lelakiku tak bisa tersalurkan. Aku tak mengerti mengapa ini menggebu-gebu ketika kita berjauhan. Yang kuceritakan padamu hanya kata suntuk tanpa kujabarkan lebih detail makna sebenarnya. Yah, aku sedang dalam “mode on”, dan kuharap sebagai istri kamu mengerti isyarat.

Bagiku ini sulit untuk dikendalikan, ketahuilah bahwa usahaku melawan hasrat ini sudah sepenuhnya kulakukan, terutama  saat sendiri dalam kos. Kadang aku masak yang gak jelas rasanya, mendengar music, nonton film, latihan treadmill tanpa alat, nyicil mengkhatam Al Quran, semua sudah kulakukan berharap bisa mengalihkan hasrat yang melanda. Namun, ending dari itu harus berakhir di kamar mandi. Hari demi hari rutinitas seperti ini selalu datang, apa mau dikata sepertinya penyakit lelaki memang seperti itu. Aku khawatir dengan usahaku mengatasi kesepian ini seorang diri. Kadang begitu menggebu ingin rasanya memacari mahasiswi disini, atau paling tidak cari pijat plus, atau jajan di salon yang berjendela remang-remang.

Aku khawatir iman ini runtuh dirundung piluh yang begitu menyiksa, apalagi dengan dengan sekarang gaji yang mencukupi, sangat memungkinkan kalau ingin jajan instan.

Tahukah kamu dengan aku mengubah hobi baru untuk kredit barang-barang, aku ingin mengalihkan sisa nafkah untukmu supaya tidak berlebih di rekening. Ingin berusaha sendiri menutup celah untuk selingkuh.

Tahukah kamu bahwa dengan kamu mengulur waktu tentang apa yang ku mau, itu makin menambah lama proses, dan berarti ini semakin menyiksaku, dan resikonya mungkin bisa membuatku terjerumus. Lalu dosa siapa? Aku sendiri. Ya anggap saja aku yang gak bisa mengajarkanmu kewajiban.

Lalu sekarang apa langkahku? Aku ingin semua mengalir apa adanya, menghargaimu seperti harga demokrasi rumah tangga yang kamu mau, penjelasanku terakhir ku anggap 6 April  lalu dan juga tulisan ini. Kalau memang aku harus sendiri disini tak masalah, aku tetap bertahan sebagai ayah, dan sebisa mungkin sebagai suami. Terlalu berat untuk kupikirkan.

12 April 2015


.

Ketika syahwat melanda..

Jauh dari istri

9 April 2015


.

Masih terasa sakit,,
Dan terus menahan

6 April 2015


.

Bila malam telah datang
Pikiran selalu melayang
Hati tak tenang
Hidup ini serasa kosong
Penantian yang tak kunjung datang

Sampai kapan seperti ini
Kehidupan remang semakin membayang
Wanita wanita disekeliling semakin mengundang
Masih normalkah aku
Kapan kekalutan ini akan berakhir

6 April 2015


.

By. Alm. Ustadz Jefry Al Buchori

Setiap manusia punya rasa cinta,
yang mesti dijaga kesucianya
namun ada kala insan tak berdaya,
saat dusta hampir bertahta
Kuinginkan dia,
yang punya setia.
Yang mampu menjaga kemurniaanya.
Saat ku tak ada,
ku jauh darinya,
amanah pun jadi penjaganya
Hatimu tempat berlindungku,
dari kejahatan syahwatku
Tuhanku merestui itu,
dijadikan engkau istriku
Engkaulah
Bidadari Surgaku
Tiada yang memahami,
sgala kekuranganku
kecuali kamu, bidadariku
Maafkanlah aku
dengan kebodohanku
yang tak bisa membimbing dirimu
Hatimu tempat berlindungku,
dari kejahatan syahwatku
Tuhanku merestui itu,
dijadikan engkau istriku
Engkaulah
Bidadari Surgaku

4 April 2015


.

Aku mencintaimu, terlebih putraku, tapi kenapa kamu menganggap aku tak berarti.
Sekali ini tolong dengarkan aku disini, tolong rasakan kondisiku, juga kebutuhanku. Aku tak sekuat yang dulu bisa sendiri, aku sudah punya anak punya istri penguatku. Sekarang terpisah berjauhan tak ada tempat untukku berbagi, tak ada pendampingku untuk menjalani hari-hari ini. Tak ada semangatku sebagai ayah. Aku berasa sia sia disini sendiri. Jika terus berlarut suatu saat ku pastikan aku akan rapuh, semua yang kusampaikan bukan omong kosong, mungkin ini akan menjadi bom waktu. Kamu tak pernah mendengar aku.
Aku berasa kehilangan sosok istri walaupun kamu ada. Aku merasa kehilangan jati diri sebagai suami. Merasa kehilangan peran ayah, selalu merindukan pangeran kecilku dalam kesendirian ini.
Jangan biarkan rasaku akan jatuh ke orang lain, jujur ada yang lebih menghargai aku ketimbang dirimu, ada yang memperhatikan aku ketimbang dirimu. Aku merasa lebih hidup sebagai suami. Jangan tanyakan sejauh apa hubunganku dengannya, kamu pasti akan sakit hati. Karena demi keluarga aku masih bisa bertahan untuk kalian, walaupun mereka-mereka disini deretan orang yang bersedia untukku. Mencari pengganti istri bagiku mudah, tapi membangun tatanan keluarga yang sudah dijalani itu sulit.
Ingat aku, dulu yang kamu percaya tuk membimbingmu. Yang dulu kamu berikrar mendampingiku. Sekarang lihat aku disini karena kewajibanmu sebagai istri. Kecewa, ketika ku perintah tapi tak didengar, hanya berlalu seperti angin berlalu.
Masih ada kesempatan untukmu, masih tersisa pikiran sehat dan logikaku. Tolong secepatnya jaga aku disini jangan biarkan hatiku padam dan tak bisa menerangi kalian lagi.
Ku tulis karena aku terlalu mencintai kalian, walau bagimu mungkin terasa sakit.

2 April 2015


.

Semoga masih bisa bersabar..

26 Maret 2015


.

Ya Allah kuatkanlah...

8 Maret 2015


.

Detik demi detik pasti berlalu
Roda kehidupan akan terus berjalan
Sementara langkah itu kulihat masih jalan ditempat

Kebutuhan tak akan bisa dirapel
Keinginan hanya terbatas untuk bisa kupendam
Sementara aku benci menunda

Karna waktu tak akan bisa dilawan
Dan akan selalu mengejar
Kalau tetap masih diam pasti akan tergilas waktu
Penyesalan

Kata ini hanya lalu seperti angin tertiup
Penting itu bukan punyaku
Penting itu hanya punyamu

Teruntukmu,
By semut hitam

21 Februari 2015


.

Dirapuhkan lagi, dirapuhkan lagi. Dimarahi makin tinggi. Seharusnya yang mangkel siapa kok malah balik dia yang mangkel. Huft, susah dibilang ya sudah, susah diajak komunikasi ya diem saja. Diharapin jadi penyemangat malah nyengat. Ya sudah mending cari temen ngobrol, mending cari hiburan sendiri.

12 Februari 2015


.

Rasa hormat itu tiada untukku
Aku seperti tak berarti
Selama watakmu pemberontak selamanya aku tak kan berarti

Bagaimana aku mengajarkanmu surga
Sementara sikap itu liar
Biarlah waktu yang mengikis semua
Karena bagiku nurani itu kini membatu

Aku terlalu gila dihadapanmu
Tapi biarlah semua kuserahkan padaNya
Kalau prinsipku salah biarlah kumenanggung semua
Namun bila sebaliknya sungguh celaka dirimu

Dear Istriku #2


.

24 Desember 2014 lalu aku mendapat kabar baik, akhirnya saya lulus seleksi dan dinyatakan diterima sebagai calon karyawan. Yeah, jujur ini antara senang dan sedih. Nyaris tak ada expresi apapun yang terlihat. Senang karena pada akhirnya bisa menyamakan strataku dengan istri, sedih karena firasatku akan meninggalkan anak istriku. Tanggal 1 - 6 Februari 2015 saya harus menempuh orientasi di bumi marinir cilandak sebagai prasyarat calon pegawai. Beberapa hari sebelum berangkat saya mendapat kabar Bapak mertua sakit stroke. Semakin bingung karena pada beliau saya berharap mereka bisa berkumpul di Jogja dengan anak istri selama saya tinggal berangkat. Sedikit lega karena akhirnya ada ibu saya yang bisa menemani anak istri saya di Jogja.
31 Januari 2015 saya berangkat meninggalkan keluarga kecil saya untuk persiapan orientasi. Tidak ada alat komunikasi apapun yang diijinkan selama dalam bumi marinir cilandak. Saya sangat benci dengan keadaan ini kenapa mesti terulang kembali disaat usia saya sudah menginjak kepala 3. Hari pertama saya lalui dengan amat berat, malam hari hanya bengong, serasa hambar, sudah terbiasa tidur bertiga dalam kamar layak, kini dalam barak yang hanya ada orang-orang senasib.
Keesokan hari, hati semakin tersayat, ada sebuah lagu yang harus dinyanyikan tiap kami lari dalam barisan.
"Dari berbagai penjuru kami datang tuk bersatu.. siang malam tak terasa suka duka di cilandak.. selamat tinggal kekasihku beta pergi tak kan lama.. hanya satu minggu saja.. suka duka di cilandak.. bila adek kangen abang beli saja terong ungu.. sebagai pengganti diriku daripada tetanggamu..". Sumpah lagu ini sangat menyayat hati. Di tiap kesempatan salat, kini saya hanya bisa berdoa "Ya Allah jagalah anak dan istri hamba selalu, bahagiakanlah mereka dan berikanlah hamba disini kekuatan", hanya doa itu yang selalu kusebut tiap selesai sujudku.
Kamis 5 Februari 2015 menjelang penutupan, ada kabar buruk menimpah, pelatih memanggil saya untuk mengabari bahwa ibu mertua meninggal karena kecelakaan pada tanggal 4 Februari kemarin. Yah Allah cobaan apalagi yang engkau berikan, jika hamba boleh protes, doa yang hamba sebut malah sebaliknya yang terjadi. Saya meratapi bagaimana kesedihan istri hamba atas musibah ini. Hanya pinjaman handphone yang diberikan untuk menghubungi keluarga. Besok adalah hari terakhir orientasi saya harus pulang ke keluarga istri saya.
Tgl 6 Februari tepat saat adzan maghrib berkumandang kami meninggalkan bumi cilandak kembali ke kantor perum pusat di cengkareng. Esok hari rencana akan diumumkan lokasi penempatan kerja dan langsung diberangkatkan. Setiba disana saya minta ijin untuk pulang. Mereka hanya bisa memberikan waktu yang mepet. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya saya mengabari istri dan bapak mertua kalau saya tidak bisa pulang karena alasan waktu, sebagai ganti saya juga memberikan penjelasan ke istri bahwa saya akan mengirim uang sejumlah perjalanan saya dengan maksud supaya bisa dipakai biaya selamatan ibu. Tidak ada jawaban balik yang kudengar. Di telpone yang selanjutnya, saya dikatai istri orang yang tidak peduli, tidak mengerti, dicaci tidak butuh uang kiriman dari saya bahkan tiap keputusan saya salah. Sakit memang, ketika istri sendiri bersikap seperti itu. Tapi mau dikata apa, saya demikian bukan karena niat saya.
Saya mencoba jalan lain, saya mencari kontak dengan pejabat di Pekanbaru dimana dikota saya akan ditempatkan. Saya meminta ijin untuk pulang dulu, dengan berbagai penjelasan yang saya utarakan alhamdulillah permohonan ijin saya selama 2 hari dikabulkan.
Kerja jauh dari orang tua memang menyiksa, tapi mau bagaimana kalau rejeki ada di rantau orang. Sekarang istri mengecap saya, bahwa mamanya hanyalah sebatas mertua saja, dan istriku hanyalah sebatas menantu ibuku. Itu saja. Pernyataan istri yang dapat saya simpulkan bahwa saya dan orang tua saya dinilai apatis. Oh Tuhan separah itukah keluarga kami.
10 Februari 2015 saya berangkat ke Pekanbaru dengan berbekal sebuah koper kecil, sebuah tas ransel, dan uang pas-pasan. Saya memulai petualang karir baru, hari pertama begitu menyiksa meninggalkan anak istri dan keluarga di jawa. Saya tinggal disebuah kos ukuran 3x5 m, minimalis dan hanya tersedia sebuah kasur. Saya menangis, bukan karena saya tidak bisa menjalani ini. Tapi kenapa di usia sekarang saya seperti merestart hidup lagi. Tepat 7 tahun lalu saya sudah mengalami hal seperti ini. Ketika saya masih lajang. Ketika saya penempatan di nias untuk pertama kalinya. Kenapa disaat saya sudah memiliki anak dan istri ini terulang kembali. Menata kehidupan lagi dari nol. Untuk apa. Dirumah jogja perabot rumah sudah layak untuk keluarga, mobil hasil jerih payah kami berdua selalu siap menemani kami sekeluarga. Sekarang saya seperti terlempar jauh dari keluarga, saya harus siap melakukan segala aktifitas dengan jalan kaki. Istri yang seharusnya saya harapkan menjadi penguat hidup kini berbalik merapuhkan semangatku. Betapa terkejutnya ketika melalui pesan singkat saya mengajak untuk ikut pindah kesini, dengan tegas istri menolak karena alasan ingin menjaga orang tua (papa). Jawaban yang membuat saya amat sedih, kecewa, ingin mengatai kamu sejadi-jadinya, beginikah sosok istri itu. Saya berusaha keras untuk mengerti keadaannya yang tengah berduka. Tapi jawabannya sungguh tidak beretika. Saya seperti suami yang tak lagi dianggap, saya salut atas kesombongannya. Saya tak lebih berharga dari orang tuanya. Masih belum terbayang bagaimana selanjutnya saya menjalani hidup disini. Pria kesepian, itulah yang sekarang terjadi. Sempat saya berpikir untuk menceraikan saja. Tapi anak saya sudah terlanjur beribu ke dia. Saya sangat mencintai anak saya dan tak berharap anak saya broken karena orang tua.
Kekecewaan ini semoga cepat berlalu, sebagai lelaki saya hanya bisa berusaha keras menegarkan sendiri hati yang kamu rapuhkan. Selama saya pemimpinmu, saya mencoba untuk bertahan sebisa mungkin, karena saya takut pertanggungjawaban kelak bila saya gagal membina rumah tangga ini.
Ya allah ampuni hamba bila selama ini mengecewakan istri hamba. Ampuni juga juga dosanya yang mungkin itu bagian dari kesalahanku membinanya. Bukakanlah pintu hatinya agar senantiasa dia taat padaku. Bukakanlah pintu hatinya agar dia merendah padaku, memohon maaf padaku. Setidaknya ini bisa mengobati laraku dan mengembalikan cinta kami seperti awal kami saling mengenal.

17 Januari 2015


.

Ketahuilah, ketika aku ingin kamu hormat padaku
Itu bukan karena egoku
Mengertilah ketika aku menuntutmu patuh dan ikut perintahku
Itu bukan aku sok
Sadarlah kodratmu sebagai apa dan kamu sudah mengerti dalam agama diajarkan apa
Semoga Allah mengampunimu

Tak ada 2 pemimpin dalam rumah ini
Kalau aku menolak perkataanmu jangan anggap aku tak mau mengerti
Aku punya keputusan sendiri yang seharusnya aku menuntutmu untuk patuh
Semoga suatu saat kamu bijak sebagai istri