Istriku.. ijinkan aku berbicara.
Kali ini anggap saja aku orang lain yang menasihatimu.
Aku ngomong bukan sebagai suami, seperti aku memberikan nasihat untuk teman-teman di forum.
Satu hal yang perlu kamu ingat ketika seorang wanita memutuskan untuk berumah tangga. Adalah menyempurnakan ibadah dengan menunaikan kewajiban istri dan memenuhi hak suami. Kamu juga harus tetap ingat ketika kamu menjadi seorang istri, tugas dan kewajiban orang tuamu kini telah ada pada suamimu.
Ingat, ketaatan pada suami (bukan pada jalan maksiat) adalah kewajiban istri dan akan menjadikan dosa bila menentangnya. Ini bukan hal biasa yang bisa disepelehkan, dalam suatu majlis pernah dijelaskan bila suami marah kepada istri, malaikat akan melaknat sampai istri meminta maaf dan dimaafkan suami. Dan bila istri meninggal dunia dalam keadaan dimarahi suami, maka Allah akan memurkai. Jauhi dosa dan ingat bila seseorang terus dalam keadaan berdosa akan diangkat keberkahan hidupnya. Na'udzubillahi min dzalik.
Ketika sudah memutuskan untuk berumah tangga, ikutilah petunjuk suami sebagai imammu. Tidak perlu menilai itu benar atau salah, selama dalam koridor islam, maka kewajiban istri adalah patuh padanya. Suami akan memberi ruang berpendapat, tanpa harus kamu merongrong minta untuk dihargai.
Temani kemana suamimu mencari rejeki untuk nafkah keluarga. Karena disitu letak sumber pahalamu. Jangan biarkan suami akan terjerumus dosa dalam kesepiannya. Ingat anak yang telah dititipkan kepada kalian, didik titipan itu menjadi anak yang sholeh, anak yang baik. Hanya dengan bersatu dalam satu atap kalian bisa membina keutuhan rumah tangga. Hanya dengan bersatu, anak anda mendapat hak kasih sayang dari kedua orang tuanya.
Ingat kata WAKTU yang selalu suamimu berpesan untukmu. Umur hanya milik Allah dan tak ada yang tahu berapa lama diantara kalian diberi kepercayaan untuk mendidik anak.
dari hati yg terlupakan.
Semoga bermanfaat, hanya menyambungkan pesan. Jazakumullah khairan katsiran. Wallahu a'lam bishawab...