Showing posts with label Suara hati. Show all posts


.

APA YANG TERJADI PADA DIRIKU.
AAAKKKKHHHHHH.......

17 Okt 2015


.

"I had deep problem that u never know"
Please, save my heart.

9 Okt 2015


.

Kehidupan itu anugrah, yah, aku baru bisa memaknai kalimat itu. Aku ada untuk kuat diantara keluargaku. Namun ketika mereka akan beranjak pergi, aku merasakan kehidupan itu bukan anugrah buatku. Rasa sepi itu akan menghantui lagi, hari-hari yang tanpa tujuan esok sudah membayang. Aku merasa terasing di negeri orang.

29 Sep 2015


.

Ya Allah, hamba merasa gagal menjadi seorang suami. Tapi tolong beri hamba banyak waktu supaya tidak gagal menjadi ayah untuk titipan-Mu.

15 Sep 2015


.

Ya Allah, 7 bulan kami berjauhan, pertemuan hanya seperti suplemen yang berasa nikmat sesaat. 7 bulan aku disini dengan waktu luang yang begitu berlimpah, sementara istriku disana seperti dikejar kejar waktu. 7 bulan aku disini hatiku sebegitu bergejolaknya, bagaimana akan lebih lama lagi. Hatiku sudah gelisah, kepada siapa aku harus bercerita, kepada siapa aku mengaduh, langkahku yang semakin serong, hari-hariku yang kian ternoda dosa. 7 bulan sudah kebahagiaanku bersama keluarga terenggut, peranku sebagai ayah yang memudar, sudah samar-samar rasanya jadi suami, aku tak bisa berbagi rasa, terlebih merasakan kasih sayangnya, yang ku jalani hanya kewajibanku menafkahi mereka uang semampuku.
Ya Allah, hamba mohon jalan terbaik, atas wibawa hamba yang telah terongrong, ditengah ketidakpercayaan kepemimpinan hamba untuk keluarga.

Aku, yang tak lebih istimewah dari siapapun.

6 Sep 2015


.

Labil sepertinya sudah masuk stadium 2. Menghabiskan waktu untuk menikmati pemandangan melihat istri orang, atau pacar orang.

Save me
Save my heart

Pesan Nabi: Menikahlah dengan Wanita yang Penyayang


.

Seorang istri yang penyayang yaitu perempuan yang mengasihi dan mencintai suaminya, serta mengerahkan segenap kemampuan untuk membuatnya ridha.
Seorang istri yang penyayang selalu berusaha memperhatikan suaminya, meliputinya dengan kasih sayang, cinta dan perhatian, bersungguh-sungguh untuk patuh dan mendapat ridhanya, demi terwujudnya tujuan utama pernikahan yaitu ketentraman.
Allah ta’ala berfirman,
ﻓَﺠَﻌَﻠْﻨَﺎﻫُﻦَّ ﺃَﺑْﻜَﺎﺭًﺍ ‏( ٣٦ ‏) ﻋُﺮُﺑًﺎ ﺃَﺗْﺮَﺍﺑًﺎ ‏( ٣٧ ‏)
“Lalu Kami jadikan mereka perawan-perawan yang penuh cinta dan sebaya umurnya.” (Qs. Al Waqi’ah: 36-37)
( Al ‘Arub adalah istri yang mencintai suaminya)
Banyak hadits yang menegaskan keharusan memperhatikan adanya sifat ini pada diri seorang perempuan, diantaranya adalah:
Pertama, Abu Dawud meriwayatkan, bahwasanya Ma’qil bin Yasar berkata, Bahwasanya Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ﺗَﺰَﻭَّﺟُﻮﺍ ﺍﻟﻮَﺩُﻭْﺩَ ﺍﻟﻮَﻟُﻮْﺩَ , ﻓَﺈِﻧِّﻲ ﻣُﻜَﺎﺛِﺮُ ﺑِﻜُﻢُ ﺍﻷُﻣَﻢَ
“Menikahlah dengan perempuan yang penyayang dan subur, sebab aku membanggakan banyaknya jumlah kalian kepada seluruh umat.”
Kedua, Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , ia berkata, Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﻧﺴﺎﺀ ﻗﺮﻳﺶ ﺧﻴﺮ ﻧﺴﺎﺀ ﺭﻛﺒﻦ ﺍﻹﺑﻞ : ﺃﺣﻨﺎﻩ ﻋﻠﻰ ﻃﻔﻞ ﻓﻲ ﺻﻐﺮﻩ ، ﻭﺃﺭﻋﺎﻩ ﻋﻠﻰ ﺯﻭﺝ ﻓﻲ ﺫﺍﺕ ﻳﺪﻩ
“Kaum perempuan Quraisy adalah sebaik-baik kaum perempuan yang mengendarai unta. Mereka paling menyayangi anak-anak selagi masih kecil, dan paling menjaga harta benda suami.”
Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam menyifati mereka sebagai perempuan yang penuh kasih sayang, mencintai dan bersikap lembut kepada anak-anak mereka, kemudian mereka memperhatikan kondisi suami, mengasihinya dan ikut mengurangi bebannya. Masing-masing perempuan dari mereka, menjaga harta suami, memeliharanya dengan amanah dan menjauhkan diri dari tindakan menghambur-hamburkannya. Jika suami sedang mengalami kesusahan, ia menjadi penolong dan sandaran baginya, bukan menjadi musuh dan pengacau.
Ketiga, Seorang perempuan yang penuh dengan kasih sayang bersikap patuh kepada suaminya, tidak menyelisihi suami terkait diri dan hartanya, dengan melakukan tindakan-tindakan yang tidak disukai suami.
Iman an-Nasai dan Hakim meriwayatkan hadits yang dinyatakan hasan oleh al-Albani, dari Abu Hurairah radhiyallah ’anhu , ia bertanya, ”Siapakah perempuan yang paling baik?” Nabi Muhammad
shallallahu ’alaihi wa sallam menjawab,
ﺍﻟَّﺘِﻲ ﺗَﺴُﺮُّﻩُ ﺇِﺫَﺍ ﻧَﻈَﺮَ ﻭَﺗُﻄِﻴﻌُﻪُ ﺇِﺫَﺍ ﺃَﻣَﺮَ ﻭَﻟَﺎ ﺗُﺨَﺎﻟِﻔُﻪُ ﻓِﻲ ﻧَﻔْﺴِﻬَﺎ ﻭَﻣَﺎﻟِﻬَﺎ ﺑِﻤَﺎ ﻳَﻜْﺮَﻩُ
”Istri yang menyenangkah hati suami bila dipandang, yang menaati jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami terkait dirinya sendiri dan hartanya dengan melakukan tindakan yang tidak disukai suami.”
Keempat , Baihaqi meriwayatkan dari Abu Uzainah as-Shadafi bahwasanya nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
ﺧَﻴْﺮُ ﻧِﺴَﺎﺀِﻛُﻢُ ﺍﻟْﻮَﺩُﻭْﺩُ ﺍﻟْﻮَﻟُﻮْﺩُ، ﺍﻟْﻤُﻮَﺍﺗِﻴَﺔُ ﺍﻟْﻤُﻮَﺍﺳِﻴَﺔُ، ﺇِﺫَﺍ ﺍﺗَّﻘَﻴْﻦَ ﺍﻟﻠﻪَ
”Sebaik-baik istri kalian adalah perempuan yang penyayang, banyak melahirkan anak, sejalan lagi pandai menghibur (suaminya), apabila ia bertakwa kepada Allah.”
Kelima , Nasa’i meriwayatkan hadits dari Ibnu Abbas dan disebutkan oleh Albani dalam kitab Silsilah ash Shahihah, bahwasanya nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
ﻧِﺴَﺎﺀِﻛُﻢْ ﻣِﻦْ ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﺍﻟْﻮَﺩُﻭْﺩُ ﺍﻟْﻮَﻟُﻮْﺩُ ﺍﻟْﻌَﺆُﻭْﺩُ ﻋَﻠَﻰ ﺯَﻭْﺟِﻬَﺎ، ﺍﻟَّﺘِﻲ ﺇِﺫَﺍ ﻏَﻀِﺐَ ﺟَﺎﺀَﺕْ ﺣَﺘَّﻰ ﺗَﻀَﻊَ ﻳَﺪَﻫَﺎ ﻓِﻲ ﻳَﺪِ ﺯَﻭْﺟِﻬَﺎ ﻭَﺗَﻘُﻮْﻝُ : ﻻَ ﺃَﺫُﻭْﻕُ ﻏَﻤْﻀًﺎ ﺣَﺘَّﻰ ﺗَﺮْﺿَﻰ
”Istri kalian yang termasuk penghuni surga adalah perempuan yang penyayang, banyak melahirkan anak, memberi manfaat kepada suami, yang apabila suami marah maka ia datang kemudian meletakkan tangannya pada tangan suami dan berkata, ”Aku tidak merasakan tidur nyenyak hingga kamu ridha.”
Perempuan yang penyayang adalah perempuan yang dikenal memiliki karakter mencintai dan mengasihi suaminya, serta mengerahkan segenap kemampuannya demi meraih ridha suami. Sehingga, ia dikenal sebagai perempuan dengan emosi yang stabil, pembawaan yang tenang, terjauh dari penyimpangan psikologis, mengasihi anak-anak, dan memelihara hak suami.
Adapun jika seorang perempuan tidak memiliki sifat demikian, ia akan banyak membangkang dan memposisikan diri di atas suami, serta sulit untuk dikendalikan lantaran kebinalan perangainya. Sehingga, hal ini merusak kehidupan pernikahan, bahkan menghancurkannya, setelah tidak mungkin lagi terwujud ketenangan jiwa bagi suami disebabkan tingkah laku istri.
***
Tipe Suami Istri Penenteram Hati, karya Syaikh Nada Abu Ahmad, Penerbit Kiswah. (Judul Asli,
Man Takhtarin? Man Takhtar? )

Sumber : wanitasalihah.com/pesan-nabi-menikahlah-dengan-wanita-yang-penyayang/

12 Juli 2015


.

Kuharap ini menjadi bait tulisan terakhir tentang sebuah penantianku. Dan tak akan ada lagi jerit suaraku memohon. Karena hanya bisa kurasa dan kujalani sendiri. Semoga berlalu dan terkubur disini dan biarlah ini menjadi cerita hidupku. Jalanku, adalah jalanku sendiri.

30 Juni 2015


.

And this night is end of the month,, it just flow and over with no conclusion. I'm tired and it feel so bored.

23 Juni 2015


.

Allahumma janabnas syaitona wajannabis syaitona maa razaktana

21 Juni 2015


.

I miss you much.

15 Juni 2015


.

Sehari sampai 2x. Kapan cara ini akan berakhir??

9 Juni 2015


.

Aku menangis setiap kesendirian ini.
Merindukanmu dan juga luka yang masih menancap.

Teramat merindukan juga putraku, kesempatanku bahagia bersamanya yang kamu tunda.

Entah sampai kapan seperti ini.
Jeritan hati yang tak mau kamu tahu, biarlah kalau memang harus terkubur disini. Akan kubawa dan kurasakan sendiri.

7 Juni 2015


.

Kapan dia seorang istri?? :(
Kapan dia menundukkan wajah
Kapan kalau aku ngomong didengar, bukan dijawab
Suami istri bukan untuk bersaing.

3 Juni 2015


.

Ketika karir terliat mulai bersinar, tapi ruang kehidupan semakin sepi. Sepi dan kesepian kurasa.

Aku hidup untuk apa. Dan dengan siapa berbagi. Semua berasa hampa. Dan orang didekatku terlalu sibuk untuk harinya.

Hari ini berlalu dengan pengalaman yang kosong. Rutinitas yang menjemuhkan dan semua kegiatan yang tak berkesan.

Esok entah dengan apa aku mengisi cerita. Waktu berjalan maju namun tidak dengan perjalanan hidupku.

Aku lelah dengan semua ini.

24 Mei 2015


.

Sakit hatiku merasakan sikapmu. Sumpah sakit dengan kelakuanmu itu.

Pesan utk semua pembaca "Kebahagiaan dan kesedihan adalah rasa yang berlawanan. Jika engkau memilih bersahabat dengan kesedihan maka kebahagiaan enggan datang. Sayangi orang yang menyayangimu dan tinggalkan orang yang tak peduli denganmu. Hidupmu terlalu berharga untuk kau habiskan dengan orang yang tidak menghargai keberadaanmu. Tegaslah!"

21 Mei 2015


.

Istriku.. ijinkan aku berbicara.
Kali ini anggap saja aku orang lain yang menasihatimu.
Aku ngomong bukan sebagai suami, seperti aku memberikan nasihat untuk teman-teman di forum.

Satu hal yang perlu kamu ingat ketika seorang wanita memutuskan untuk berumah tangga. Adalah menyempurnakan ibadah dengan menunaikan kewajiban istri dan memenuhi hak suami. Kamu juga harus tetap ingat ketika kamu menjadi seorang istri, tugas dan kewajiban orang tuamu kini telah ada pada suamimu.
Ingat, ketaatan pada suami (bukan pada jalan maksiat) adalah kewajiban istri dan akan menjadikan dosa bila menentangnya. Ini bukan hal biasa yang bisa disepelehkan, dalam suatu majlis pernah dijelaskan bila suami marah kepada istri, malaikat akan melaknat sampai istri meminta maaf dan dimaafkan suami. Dan bila istri meninggal dunia dalam keadaan dimarahi suami, maka Allah akan memurkai. Jauhi dosa dan ingat bila seseorang terus dalam keadaan berdosa akan diangkat keberkahan hidupnya. Na'udzubillahi min dzalik.

Ketika sudah memutuskan untuk berumah tangga, ikutilah petunjuk suami sebagai imammu. Tidak perlu menilai itu benar atau salah, selama dalam koridor islam, maka kewajiban istri adalah patuh padanya. Suami akan memberi ruang berpendapat, tanpa harus kamu merongrong minta untuk dihargai.

Temani kemana suamimu mencari rejeki untuk nafkah keluarga. Karena disitu letak sumber pahalamu. Jangan biarkan suami akan terjerumus dosa dalam kesepiannya. Ingat anak yang telah dititipkan kepada kalian, didik titipan itu menjadi anak yang sholeh, anak yang baik. Hanya dengan bersatu dalam satu atap kalian bisa membina keutuhan rumah tangga. Hanya dengan bersatu, anak anda mendapat hak kasih sayang dari kedua orang tuanya.

Ingat kata WAKTU yang selalu suamimu berpesan untukmu. Umur hanya milik Allah dan tak ada yang tahu berapa lama diantara kalian diberi kepercayaan untuk mendidik anak.

dari hati yg terlupakan.
Semoga bermanfaat, hanya menyambungkan pesan. Jazakumullah khairan katsiran. Wallahu a'lam bishawab...

19 Mei 2015


.

Ego itu akan sampai kapan tertanam, ingin menang, ingin dimengerti. Tahukah kamu aku juga ingin dipahami.

Apa pedomanmu selama ini sebagai istri. Pola didikan dari keluarga, apa agamamu? Kamu hidup untuk siapa? Apa yang sudah bisa kamu perbuat?

Aku sudah terlalu besar mengorbankan karir dan berjuang untuk bersamamu. Sekarang aku terdampar jauh. Inikah balasannya ketika kini ku meminta pengorbananmu sebagai istri.

Aku hanya berasa membuang waktu tanpa ada manfaat. Sisa umur hanya berasa terbuang sia-sia. Dimana keluarga kecilku yang seharusnya mendampingiku. Peranku suami yang kamu abaikan. Peranku ayah yang kamu buang waktunya. Nasihat ortumu yang lebih berharga mengalahkan omonganku.

Haruskah aku terus sabar, mengikuti lagi apa maumu. Kapan pengabdian itu untukku. Apa mungkin telah pergi.

Kenyamanan yang kamu sebut-sebut tiada untukmu, karena kejahatanku kah? Bisa jadi tak pernah ikhlas mendengarku? Atau mungkin itu buah dari ego yang tak terpenuhi?

Tetesan airmata suami yang tak pernah kamu tahu, kuharap bisa meluluhkan hatimu yang dingin.

Aku menunggu kamu berubah. Bersabar untukmu demi keluarga kecil, tapi ingat kesabaran itu ada batasnya.

18 Mei 2015


.

Setiap mengingat sikapmu hanya menambah lara. Entah sampai kapan kamu benar2 menjadi seorang istri.

17 Mei 2015


.

Ya Allah, aku sungguh merindukan keluarga kecilku. Jika keputusanku benar, benarkan dia dalam segala sikapnya yang membatu. Berikan hamba banyak sisa umur untuk bersama mereka.
Namun bila hamba salah, lunakkan segala keputusan hamba untuk bisa bersabar... Tuntaskan juga tetesan air mata yang tiap saat terlinang, sekalipun kesakitan ini belum berakhir.